|
Thursday, February 28, 2008
Fokus, Nai! Please...
Agenda besarmu saat ini adalah menyelesaikan skripsi, bukan menyelesaikan edisi 8, 9, 10, atau selanjutnya. Jalan ini sekadar kendaraanmu, memudahkanmu untuk menjalani hidup. Maka selesaikan PRmu!
Masa lalu hanya patut untuk ditengok sekadarnya. Jangan balikkan badanmu padanya. Ia ada bukan untuk dihadapi. Hari inilah yang harus kau hadapi. Hari esoklah yang harus kau persiapkan. You've got this far, Nai. Teruskan perjalananmu.
Tegakkan badanmu! Angkat dagumu! Fokus! Berjalanlah! Jangan berhenti!
Posted at 04:41 pm by she!
Permalink
Tuesday, February 26, 2008
25.02.2008 10:53 Pake En duite ditaro teng ngandape kipas angin 150 rb cukup boten kanggo travel
Ku balas: Nggeh.cukup pak, lebih malah. kesuwun.
Satu jam sebelumnya, Bapak menelepon, menanyakan kepulanganku. Aku katakan bahwa aku akan pulang sore nanti. Bapak pamit, lalu menanyakan bekalku. Lagi-lagi aku bersikukuh. Aku katakan bahwa aku masih punya cukup uang (tentu saja tak kukatakan berapa jumlahnya), toh, hari Kamis nanti aku gajian. Saat itu aku sambil berpikir, entah berapa rupiah yang aku "pinjam" dari hasil penjualan buku (ku sendiri), aku belum sempat menghitung. Aku juga berpikir untuk menggantinya kelak kalau sudah gajian.
Lieur pan? Ceunah rek diikhlaskeun wae? Kumaha seh, Nai?
SMS dari Bapak satu jam kemudian membuatku terhenyak. Aku dipaksa untuk meruntuhkan kesombonganku. Bapak adalah orangtuaku, ayah kandungku. Sepertinya beliau menangkap kegelisahanku. Kalau istilah kerennya, ta'liful qulb-nya kuat kali ya? Hihihi, aku jadi pengen malu. Tapi, lebih pengen nangis sebenernya :p
150 ribu diselipkan di bawah kipas angin. Bapak pernah mengantarku ke Cipaganti Travel. Bapak tahu ongkos travel sekali jalan hanya 60 ribu. Mungkin Bapak lupa? Bisa jadi. Tapi aku enggan menggunakan apologi yang satu ini. Aku yakin, Bapak masih bersedia memeras keringatnya untukku. Duh, Gusti...!
Nape Nai? Pengen nangis?
Hehehe..., he-eh :p
Kalau saja aku bisa menolak, akan kutolak. Ayolah, ini rejeki dari Allah, sebaiknya ku syukuri saja.
Rabbighfirlii waliwaalidayya, warhamhuma, kama Rabbayaani shaghiira...!
Posted at 07:36 pm by she!
Permalink
Thursday, February 21, 2008
Tadi malam Mama telepon. Setelah ngobrol bla-bla-bla,
Mama (M): "Duitnya masih ada gak?"
Nai (N): "Maseeeih."
M : "Masih berapa duitnya?"
N : "Adaaaaa ajah!"
M : "Hyaaa, masih berapaaa?"
N : "Hyaaa adaaa lah."
Di benakku menari-nari 8 lembar 1000an yang aku hitung beberapa jam sebelumnya.
Hahahahaha! :D Sombong seeh..... :p
Posted at 10:55 am by she!
Permalink
Wednesday, February 20, 2008
Dear Ijo... (idiih, sok manis deh :p)
Long time no post yee? Yah, MP memang ruang yang mengasyikkan. Tapi, kangen juga nulis di sini, just wanna see the real me :)
Hlo, jadi di MP itu sapa??
Hehe, ya my name lah (haeeh, virus kang Adew yeuh!). Cuma, kalo di MP kan dah banyak yang kenal. Jadi, suka jaim gak nyadar gitu deh. Sok bikin tulisan yang berkualitas :D
Hayu atuh, urang nulis deui. Stress juga kalo tiap hari (eh, gak tiap hari sih, cuma senin-jumat :p ) kerjaannya bacaaa terus. Ya, gak melulu baca, Jo. Ngetik juga, mikir juga, call penerbit juga, bungkusin hadiah juga, rapat juga, dll lah.
Asyik, Nai?
Alhamdulillah, bisa menikmati. Gak berasa kerja :p Ya, setidaknya aku bisa bermanfaat buat orang lain, Jo. Gak kayak dulu, luntang-lantung di rumah main game melulu. Dah kayak mayat hidup aja.
Alhamdulillah, akhirnya Allah bikin aku melek. Meski skripsiku belum maju sedikitpun, aku bisa bertahan hidup karena ada yang membutuhkan aku dan AKU MERIDHOINYA. Aku juga bisa membiayai hidupku sendiri (tadinya mau bilang dari perasan keringatku sendiri. tapi kan di kantor aku gak berkeringat, Jo. malah kedinginan terus! :D ). Hyaa..., meski kadang (kalo gak kepepet) masih nodong Bapak juga.
Duh Jo, sebenernya bulan ini duitku dah habis banget. Hari ini aku mau bayar sewa kost ke Bu Sultan. Aku belum bisa nyimpen, Jo. Tadinya sih aku dah mau nangis-nangis, tapi gak jadi :D Yaa, abis "trauma" gara-gara bulan kemaren nodong bayaran kost ke Bapak :p Habis diketawain sama Bapak, aku malah nangis. Hyehehehe! Malu, Jo. Bulan kemaren sih apologinya karena habis beli HP (yang disubsidi juga sama Bapak :p ).
You know what? Sekarang si Blue Doll A55 malah baek-baek aja tuh, gak ngadat sama sekali. Aneh ye! Tau gitu aku gak ngotot beli HP. Yah, lagian siapa yang nawarin? Aku kan cuma ngeluh. Mama yang bolak-balik ngedorong supaya aku minta ke Bapak. Yee, apologi lagi! Dah atuh, syukurin aja yang dah di tangan. Yeah, rencananya si Blue Doll mau aku hibahin ke Yu Eti (sesuai saran Mama). Boros lah. Aku mau pake satu aja.
Terus, bulan ini apologinya apa, Nai? Beli baju? Beli buku? Ya sih, itu emang lagi butuh. Padahal ini dah dibantu subsidi dari Bapak (subsidi bulan lalu sih sebenernya), plus upah juri. Pff..., habis ke mana sih Nai duitnya? Duw, kalo ditanya malaikat aku jawab apa ya? Aku sendiri gak inget. Wayyah!
So, besok makan dari mana? Nodong Bude Eva? Ya nggak lah. Aku mau pake uang penjualan buku aja. Meskipun di dalamnya ada bukuku. Kayaknya mending aku ikhlasin aja tuh buku. Royalti tanpa perjanjian malah bikin puyenk! Daripada nunggu yang belum pasti. Mending aku pasrahin aja. Yang penting piutangku bisa dibalikin. Capek berharap melulu. Ribet pula ngurusinnya. Toh, buku itu belum bisa menjadi sepenuhnya AURASINAI, seperti yang aku mau.
Jadi, nyerah nih, Nai?
Yaa, mau gimana lagi, Jo? Aku gak mau ngadepin rasa bersalah yang amat ketika nodong Bapak lagi. Ntar nangis-nangis lagi :p
Sok jago sih...
Emberrr! :p~~~
Posted at 11:13 am by she!
Permalink
Thursday, April 12, 2007
Sebuah Puisi Telah Mati : Malam Ini!
Sehelai angin berhembus hampa
Sekabut jelaga halangi benak
Cahaya bertamu,
: tak terang – tak redup
tak kelam – tak hidup
di sela usia aku bertanya, ada apa?
Dijaga waktu, kujalin kembali
retak-retak cermin yang membayangi
Pada celah udara aku bertanya, hendak ke mana?
Sebab telah habis jarak untuk ku melangkah
meski ajal belum menjarah
bahkan ujung dunia belum kujamah
Hanya berhenti. Aku tak bisa bergerak lagi!
Lembar demi lembar sejarah tak menulis
diksi-diksi hati yang tak dapat membunuh lagi
Semua berteriak!
Semua berontak!
Tapi, tak bisa bergerak.
Hanya darah menggenangi
nanah.
22.02.07
Posted at 08:59 pm by she!
Permalink
|